Monday, August 31, 2015

Pendapat Dr. W.L.G. Lemaire tentang Negara

Pengertian negara
Dr. W.L.G. Lemaire: Negara tampak sebagai suatu masyarakat manusia teritorial yang diorganisasikan.

Barangkali benar, moedik itoe, seperti jang Dewi “Dee” Lestari toelis pada novel Soepernova: Ksatria, Poeteri, dan Bintang Jatoeh: Tak ada roemah jang paling aman daripada rahim iboe. Dan kita, lewat moedik, merajakannja dengan kembali ke haribaan asal-oesoel, tempat di mana semoea bermoela; ke roemah iboe, menemoeinja, menjengoek rindoe. Mendekati lebaran, setiap perantaoe akan merasa ada jang bergetar di hatinja. Apalagi ketika beberapa media soedah menjiarkan pantaoean aroes moedik di mana-mana. Tidak oesah pantaoean laloe lintas, melihat orang-orang antri di kasir soepermarket saja, soedah tjoekoep memboeatnja gelisah. Jang dilihatnja seroepa orang mengantri tiket kereta. Dan semakin perantaoe akan semakin gelisah kalaoe-kalaoe antriannja semakin panjang dan ia takoet kehabisan tiket. Padahal di soepermarket ia hanja belanja boelanan. Moedik sendiri, di Indonesia, soedah menjadi peristiwa memorable jang akan jaoeh berbeda dari sekedar jalan-jalan ataoe liboeran. Ada perjalanan batin antara perantaoe dan kampong halaman. Lajaknja dalam essai Zen RS “Moedik ke Haribaab Air Mata”: mengingat-ingat asal moeasal diri jang dibarengi dengan kesadaran akan nasib jang akan tiba di kemoedian hari. Pendeknja, kontemplasi tentang dari mana dan hendak ke mana. Berikoet beberapa tjatatan Kompasianer (seboetan oentoek penoelis Kompasiana) selama moedik lebaran: 1. Tol TJipali Dalam Angka dan Data Pintoe Tol TJipali Semenjak diresmikannja Tol TJipali pada 13 Joeni 2015 laloe, ramai-ramai para pengemoedi menjajal tol terpanjang terseboet. Ada beberapa jang menjadi tjatatan jang diboeat Santo Ratjhmawan, jaitoe terkait tersendatnja pembangoenan jalan jang 200 tahoen silam tertoenda oleh Herman William Deadels lewat Jalan Raja Pos. “Mimpi 200 tahoen silam jang di tjetoes Herman William Daendels lewat jaloer pos jang membelah dari Anjer Jawa Barat ke Panaroekan Jawa Timoer, tjoba di realisasikan oleh para poetra-poetri terbaik bangsa ini melaloei jalan bebas hambatan. Nilai Investasi sebesar 580 trilioen dipersiapkan oentoek

Sunday, August 30, 2015

Mr. J.C.T. Simorangkir dan Mr. Woerjono Sastropranoto tentang negara

Pengertian negara
Mr. J.C.T. Simorangkir dan Mr. Woerjono Sastropranoto: Negara adalah persekutuan hukum yang letaknya dalam daerah tertentu dan memiliki kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan kepentingan umum dan kemakmuran bersama.

Ada poen jang tidak menerima boedaja amplop pada satoe perhelatan, boekan berarti ia memarjinalkan boedaja jang ada. Moengkin maksoednja si empoenja atjara agar tidak memberatkan jang dioendang. Karena ada joega hal 'loetjoe' saat menerima oelem. Saat teman ataoe rekan lain tidak dioendang, maka mereka malah mengoetjap sjoekoer. Bersjoekoer karena tidak ada pengeloearan oentoek amplop ataoe hadiah. Moengkin itoe beberapa pengalaman saja oentoek serba-serbi ngamplop di sepoetaran Solo oemoemnja. Ada poen serba-serbi lain, moengkin bisa di-share di sini.

Saturday, August 29, 2015

Pendapat Prof. Nasroen tentang negara

Pengertian negara
Prof. Nasroen: Negara adalah suatu bentuk pergaulan manusia dan oleh sebab itu harus ditinjau secara sosiologis agar dapat dijelaskan dan dipahami.


Titip amplop, kalaoe tidak hadir Seperti mahasiswa jang titip absen, titip amplop poen wajar. Jika Anda berhalangan hadir ataoe tidak sempat, titip pada teman jang joega dioendang boleh saja. Karena ada atoeran 'loetjoe' disini, 'wong'e ra teko ora opo-opo, sing penting amplope'. Ataoe jika di diartikan, orangnja tidak apa-apa tidak datang, jang penting amplopnja. Jadi maoe tidak maoe, karena soedah mendapat oelem (oedangan) Anda haroes datang. Walaoe Anda diwakili amplop. Jangan loepa, membawa sooevenir resepsi kepada teman jang dititipi. (Pesan oentoek tidak membawa amplop/hadiah/menerima tamoe di roemah - foto: dok.pri) 4. Batja oelem baik-baik Nah, poin ini agak ironis dengan poin nomor 3. Karena kadang di oelem (oendangan) ditoelis ketjil 'Tidak menerima amplop/hadiah/tamoe diroemah'. Saja pernah bingoeng saat terlanjoer membawa amplop, tapi tempat oentoek memasoekkan amplop tidak ada. Jadinja amplop kembali ke kantong. Karena beberapa resepsi memang sengaja tidak melakoekan tradisi ngamplop ataoe kado. Ironisnja lagi, 'keterwakilan' Anda dengan amplop/kado tidak moengkin terjadi. Saat Anda tidak bisa hadir, maka tidak ada jang bisa menjadi 'wakil' Anda hadir. Ataoe tidak moengkin titip amplop ke teman jang hendak hadir. 5. Siap-siap shotjk ngamplop di daerah tertentoe Pengalaman ngamplop jang rada shotjk joega pernah saja alami. Amplop jang saja tjoba masoekkan kotak, malah sengaja diminta pager ajoe. Laloe di depan mata kita langsoeng disobek dan diambil oeangnja. Laloe ditjatat nama saja dan nominal oeangnja di boekoe seroepa boekoe tamoe. Saja hanja bisa senjoem-senjoem waktoe itoe. Hal ini terjadi di daerah jang masih pedesaan. Karena seringnja saja njagong di daerah kota ataoe pinggir kota hal ini tidak pernah saja temoei. OEniknja, beberapa tamoe oendangan ada jang membawa hasil tani seperti beras, pisang, kelapa ataoe singkong ke meja pager ajoe. Dan memenoehi oendangan hoekoemnja tentoe wajib bagi kaoem Moeslim. Dan saja fikir bermanfaat sekali menghadiri oendangan pada oemoemnja. Karena selai menjalin tali silatoerahim, menghadiri oendangan joega mengoeatkan fondasi interaksi sosial. Menjoembang amplop memang boekan menjadi hal jang wajib ada dalam setiap resepsi. Namoen saat boedaja ada dan kita menegasi hal ini, saja fikir boekan hal jang baik. Karena kita tidak hidoep sendirian.

Friday, August 28, 2015

Pengertian menurut Prof. Miriam Budiardjo tentang negara

Pengertian negara
Prof. Miriam Budiardjo: Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangannya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaan yang sah Pengertian negara

Bagi jang pertama kali hendak kondangan ataoe njagong di Solo, saja tjoba bagikan pengalaman saja. Setelah lebih dari 10 tahoen tinggal di Solo, ada hal-hal oenik dalam 'boedaja' ngamplop. Doeloe saja tinggal di Jawa Barat. Tentoenja boedaja ngamplop saat atjara pernikahan ataoe soenatan berbeda. Di Jawa Barat moengkin jang saja tahoe disana lebih 'liberal' dari di Solo. Ataoe malah kebanjakan daerah di Jawa Tengah hampir seroepa satoe sama lain. Walaoe ada istilah besaran isi tergantoeng daerah, tapi hati-hati siapa Anda atoe pada siapa orang jang sedang melangsoengkan atjara. Dari moelai amplop jang diboeka saat kita datang, sampai serba salahnja maoe masoekin amplop kemana, pernah saja alami. Dan moengkin bagi jang hendak njagong (kondangan) di Solo ada baiknja joega membatja serba-serbi tentang njagong di sini. Namoen artikel saja terseboet lebih kepada hal-hal oemoem saat perhelatan. Kali ini tjoba saja bahas hanja berfokoes pada ngamplop. Tradisi memberikan soembangan beroepa amplop berisi oeang ataoe kado soedah oemoem, khoesoesnja di poelaoe Jawa. Entah kalaoe di tempat lain di Indonesia. Perhatikan hal-hal berikoet sebeloem Anda pede njagong membawa amplo ataoe kado di Solo. 1. Njagong minimal 50 riboe Moengkin hal ini menjadi 'oenwritten norm' di Solo. Isi amplo minimal Rp. 50 riboe. Dan rekan ataoe teman saja di Solo selaloe beroetjap demikian. Moengkin faktor-faktor berikoet jang menjadikan sjarat isi amplop minimoem. Pertama, karena Solo adalah kota. Karena biaja melangsoengkan pernikahan pada oemoemnja mahal. Kalaoe resepsi diroemah minimal 40 - 50 joeta ataoe lebih. Beloem kalaoe di gedoeng dengan katering dan ataoe WO. Kedoea, harga-harga jang semakin tinggi. Dan terkait dengan biaja melangsoengkan resepsi 50 riboe tidak terlaloe banjak. Ataoe pada oemoemnja, harga barang-barng dan komoditi pada oemoemnja. Membawa oeang 50 riboe ke minimarket bagi sebagian orang moengkin ketjil. 2. Jangan loepa toelis nama di amplop Nah, hal ini moengkin terkait poin pertama. Menoelis nama Anda ataoe dengan keloearga di amplop jamak dilakoekan. Ada selenting 'gengsi' jika si empoenja atjara memboeka isi amplop dan melihat isi jang 'non-standar'. Ada axioma tersirat disini, bahwa oeang isi amplop akan kembali pada kita saat kita mengadakan atjara seroepa. Dengan kata lain, apa jang kita beri akan kita toeai. Karena, si empoenja atjara biasanja akan mentjatat oeang dalam amplop ploes nama si pemberi. Bahkan ada keloearga jang memang mentjetak amplop lengkap dengan nama ajah dan bahkan dengan foto. Boleh saja Anda tidak memberi nama pada amplop. Namoen sebaiknja jangan dilakoekan. Karena empoenja atjara akan bingoeng nanti oentoek 'mengembalikan' isi amplop soeatoe waktoe.

Thursday, August 27, 2015

Teori Terbentuknya Negara - Pendekatan Faktual dan Teoritis

Teori Terbentuknya Negara - Pendekatan Faktual dan Teoritis
Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Pada awalnya manusia membuat kelompok yang beranggotakan beberapa orang. Dalam kelompok tersebut dipilih pemimpin kelompok . Pemimpin kelompok ini lah yang kemudian membuat aturan-aturan yang disepakati anggota kemudian ditaati oleh semua anggota.
Seiring bertambahnya jumlah anggota yang semakin banyak, semakin sulit untuk mengatur mereka dan menjaga mereka.. Untuk melindungi kepentingan seluruh anggota maka dibentuklah sebuah negara berdasarkan perjanjian. Begitulah gambaran sederhana pembentukan sebuah negara di masa lalu.

Untuk pembahasan lebih lanjut, marilah kita meninjau teori-teori tentang terjadinya Negara.
Terdapat dua pendekatan tentang terjadinya Negara, yaitu pendekatan faktual dan pendekatan teoritis.

Asal Mula Terjadinnya Negara
a) Pendekatan Faktual (Primer)
Pendekatan faktual adalah melihat terjadinya suatu Negara berdasarkan kenyataan yang sebenarnya terjadi atau sudah menjadi pengalaman sejarah, seperti:
(1). Occupatie: pendudukan suatu wilayah yang semula tidak bertuan oleh sekelompok manusia/ suatu bangsa yang kemudian mendirikan negara di wilayah tersebut. Contoh: Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan pada tahun 1847.
(2). Separatie: Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari negara induknya dan menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia pada tahun 1839 melepaskan diri dari Belanda, Bosnia dan Kroatia yang memisahkan diri dari Yugoslavia.
(3). Fusi: beberapa negara melebur menjadi satu negara baru. Contoh: Jerman Barat dan Jerman Timur yang melebur menjadi Jerman.
(4). Inovatie: Suatu negara pecah dan lenyap, kemudian di atas bekas wilayah negara itu timbul negara(-negara) baru. Contoh: pada tahun 1832 Colombia pecah menjadi negara-negara baru, yaitu Venezuela dan Colombia Baru.
(5). Cessie: penyerahan suatu daerah kepada negara lain. Contoh: Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman).
(6). Accessie: bertambahnya tanah dari lumpur yang mengeras di kuala sungai (atau daratan yang timbul dari dasar laut) dan menjadi wilayah yang dapat dihuni manusia sehingga suatu ketika telah memenuhi unsur-unsur terbentuknya negara.
(7). Anexatie: penaklukan suatu wilayah yang memungkinkan pendirian suatu negara di wilayah itu setelah 30 tahun tanpa reaksi yang memadai dari penduduk setempat.
(8). Proklamasi: pernyataan kemerdekaan yang dilakukan setelah keberhasilan merebut kembali wilayah yang dijajah bangsa/ negara asing. Contoh: Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

b) Pendekatan Teoritis (Sekunder)
Pendekatan teoritis yaitu pendekatan dengan melihat bagaimana asal mula terbentuknya negara melalui metode filosofis tanpa mencari bukti-bukti sejarah tentang hal tersebut, melainkan dengan dugaan-dugaan berdasarkan pemikiran logis, seperti:
(1). Teori Kenyataan
Bilamana pada suatu ketika unsur-unsur negara (wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat) terpenuhi, maka pada saat itu pula negara itu menjadi suatu kenyataan.
(2). Teori Ketuhanan
Timbulnya negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Friederich Julius Stahl (1802-1861) menyatakan bahwa “Negara bukan tumbuh disebabkan berkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan karena perkembangan dari dalam. Ia tidak tumbuh disebabkan kehendak manusia, melainkan kehendak Tuhan”. Ciri negara yang menganut teori Ketuhanan dapat dilihat pada Konstitusi berbagai negara yang antara lain mencantumkan frasa: “Berkat rahmat Tuhan …” atau “By the grace of God”.
(3). Teori Perjanjian Masyarakat
Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi di manapun dan kapanpun. Tanpa peraturan, kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup binatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh Thomas Hobbes: “Homo homini lupus” dan “Bellum omnium contra omnes”. Teori Perjanjian Masyarakat diungkapkannya dalam buku Leviathan. Ketakutan akan kehidupan berciri “survival of the fittest” itulah yang menyadarkan manusia akan kebutuhannya: “Negara yang diperintah oleh seorang raja yang dapat menghapus rasa takut”.
Penganut teori Perjanjian Masyarakat antara lain: Grotius (1583-1645), John Locke (1632-1704), Immanuel Kant (1724-1804), Thomas Hobbes (1588- 1679), J.J. Rousseau (1712-1778).
(4). Teori Kekuasaan
Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang lain sebagaimana dinyatakan oleh Kallikles dan Voltaire: “Raja yang pertama adalah prajurit yang berhasil”.
(5). Teori Hukum Alam
Para penganut teori hukum alam menganggap adanya hukum yang berlaku abadi dan universal (tidak berubah, berlaku di setiap waktu dan tempat). Hukum alam bukan buatan negara, melainkan hukum yang berlaku menurut kehendak alam. Menurut penganut teori ini, bahwa Negara terbentuk melalui proses yang sederhana, yang dapat digambarkan sebagai berikut: Keluarga → Kelompok → Desa → Kota/Negara Penganut Teori Hukum Alam antara lain:
 Masa Purba: Plato (429-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM)
 Masa Abad Pertengahan: Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino (1226-1234)

 Masa Renaissance: para penganut teori Perjanjian Masyarakat (JJ. Rousseau, John Locke, Thomas Hobes, Grotius, dan Immanuel Kant). Dengan mengutip kata Grotius, Arief Budiman (2002), menyatakan bahwa negara terjadi karena suatu persetujuan, karena tanpa negara orang tak dapat menyelamatkan dirinya dengan cukup. Dari persetujuan itu lahirlah kekuasaan untuk memerintah. Kekuasaan tertinggi untul memerintah ini dinamakan kedaulatan. Kedaulatan itu dipegang oleh orang yang tidak tunduk pada kekuasaan orang lain, sehingga ia tidak dapat diganggu gugat oleh kemauan manusia. Negara adalah berdaulat.

Terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
Terjadinya atau berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut:
(1). Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia melewati suatu proses perjuangan yang panjang dalam pembentukan ide-ide dasar yang dicitacitakan sebagai suatu Negara yang merdeka dan berdaulat.
(2). Proklamasi barulah “mengantarkan bangsa Indonesia” sampai ke depan pintu gerbang kemerdekaan, belum merdeka dalam pengertian yang hakiki karena masih banyak permasalahan bangsa yang harus dituntaskan.
(3). Berdirinya negara adalah kehendak seluruh bangsa, bukan sekedar keinginan golongan yang kaya dan yang pandai (borjuis) atau golongan ekonomi lemah untuk menentang ekonomi kuat seperti dalam teori kelas.
(4). Unsur religius terbentuknya negara menunjukkan kepercayaan bangsa Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Unsur inilah yang kemudian dituangkan dalam pokok pikiran keempat yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu bahwa Bangsa Indonesia mendasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa yang didasarkan pada kemanusiaan yang adil dan beradab.
(5). Keadaan bernegara yang kita cita-citakan bukanlah sekedar terbentuknya pemerintahan, wilayah dan bangsa, melainkan harus kita isi menuju keadaan merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur sebagaimana tertuang di dalam Alinea ke II Pembukaan UUD 1945.

Negara menurut M. Solly Lubis, SH

Pengertian negara
M. Solly Lubis, SH: Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup manusia yang merupakan suatu community dengan syarat-syarat tertentu: memiliki wilayah, rakyat dan pemerintah.


finansial dalam pembangoenan infrastroektoer maritim di sepanjang selat Malaka dan bebas tarif transit moeatan. Dengan memiliki infrastroektoer maritime jang lengkap, termasoek di dalamnja ada segala fasilitas pelaboehan pendoekoeng seperti penjediaan air tawar, boenker, soepplj makanan, pengolahan limbah kapal dan galangan dan hanja ditambahkan peletakan tarif dibawah singapoera, maka ini akan terwoejoed. Jika kita terkendala oleh kebijakan peroesahaan besar jang telah memiliki perwakilan di Singapoera, maka kebijakan hanja perloe difasilitasi dengan kebijakan pemerintah dalam menstimoeloes mereka. Karena tidak aka nada soeatoe kesetiaaan peroesahaan kelas doenia pada soeatoe Negara selain kesetiaan pada nilai ekonomis dan keoentoengan pada peroesahaan mereka. Banjak ketakoetan Singapoera pada pengebangan infrastroektoer ini di Selat Malaka, namoen Singapoera haroes meroejoek pada Pelaboehan Rotterdam di Belanda, Antwerp di Belgia dan Hamboerg di Jerman jang saling berdekatan setjara geografis. Mereka saling berdampingan dan saling bersaing dan tetap hidoep bahkan teroes berkembang dan tidak ada jang saling mematikan walaoe bagaimanapoen kebijakan-kebijakan pengembangan mereka terhadap satoe sama lain. Ini dikarenakan voloeme permintaan barang akan selaloe bertambah dan berkembang seiring peningkatan joemlah manoesia. Namoen sekali lagi rentjana ini kanda di Indonesia dan hanja melahirkan Batam jang kerdil. Saja bisa mengerti apa jang dilihat Pak Habibie dalam perentjanaan pengembangan ini. Saja melihat hal jang sama selama 5 tahoen saja bekerja di Eropa dan Amerika. Dan dengan kandasnja perntjanaan ini, kembali Indonesia gagal dalal membangoen infrastroektoer maritimnja. Di sini saja beroesaha mengkritisi Kepala Negara dari awal hingga jang menjabat saat ini jang memilih Menteri Perhoeboengan jang bertanggoeng jawab dalam pengembangan transportasi maritime Negara Indonesia. Saja joega mengkritisi beban format tanggoeng jawab jang diberikan kepada Menteri Perhoeboengan seorang diri membawahi transportasi OEdara, Darat dan Laoet. Adalah soeatoe proporsi jang tidak matematis dalam oesaha pengembangan transportasi di Indonesia oentoek seorang diri. Saja joega kembali mengkritisi tidak adanja menteri jang berlatar belakang dari sektor

Wednesday, August 26, 2015

Dr. Wiryono Prodjodikoro, SH mendefinisikan negara

Pengertian negara
Dr. Wiryono Prodjodikoro, SH: Negara adalah suatu organisasi di antara kelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia itu
infrastroektoer maritime Indonesia. Soedah saatnja Indonesia mengoeatkan pondasi ekonominja dari sektor maritime oentoek pemenoehan 250 joeta pendoedoek Indonesia. Indonesia tidak boetoeh market dari loear, dengan demand 250 joeta pendoedoek Indonesia, Indonesia akan bangkit sebagai kekoeatan ekonomi doenia jang terkoeat menjaingi belahan Eropa, Afrika dan Amerika dan setelah koeat bisa ekspansi lajaknja TJhina jang memperloeas arketnja keseloeroeh doenia. Tidak ada alasan oentoek tidak melakoekan ini semoea sekarang, kita memiliki soember daja manoesia jang tjoekoep dan kekoeatan finansial dari segala arah. Jika pembangoenan infrastroektoer setjara massif tidak dimoelai saat ini, maka Indonesia akan tetap seperti saat ini oentoek perekonomian 100 tahoen mendatang dan akan mengalami stagnansi perekonomian dari sektor maritime di tahoen 2030 dimana Indonesia mengalami ledakan demanding soepplj barang dari masjarakat Indonesia jang mengalami bonoes demographi (bonoes demographi jaitoe joemlah pendoedoek moeda jang efektif oentoek bekerja mentjapai poentjaknja di soeatoe Negara dan hanja terjadi satoe kali sepanjang Negara berdiri). Kondisi 2030 ini tidak menoetoep kemoengkinan akan menaikkan berkali-kali lipat biaja transportasi mariti akibat delaj/antrian pada sistem pelaboehan jang sentralisasi/terpoesat. Pelaboehan Transit Indonesia selaloe iri dengan pengembangan pelaboehan transit singapoera dan bertjita-tjita memiliki pelaboehan transit oentoek perekonomiannja, namoen ini tidak akan pernah terlaksana moengkin dikarenakan hanja gengsi semata jang berapi-api oentoek menjaingi singapoera. Ini pernah hampir terwoejoed saat konsep Pak Habibie oentoek pengebangan pelaboehan di daerah Batam dan sekitar selat Malaka moelai dikembangkan, namoen hanja kandas pada pengembangan poelaoe Batam dan itoepoen prematoer dalam menjaingi pelaboehan transit singapoera. Dalam pembangoenan transit, ini boekan hal jang soelit, ini hanja persoalan kekoeatan